Langsung ke konten utama

Cinta Dalam Diam


 Cinta Dalam Diam

Oleh : Chairunnisa


Sejak pertama kulihat kamu, hal yang paling mendalam yang ku rasakan adalah kejujuran, kecerdasan dan kehangatan dirimu.. Tiada yang menenangkan jiwaku selain dapat melihat sinar dari lirikan matamu...

Jatuh cinta pada seorang teman yang kita kenali adalah satu situasi yang sukar ditafsirkan dengan coretan.. Satu bentuk perasaan yang selalu bermain di minda karena si dia selalu saja di mata..

Untuk menyukai seseorang hanya mengambil masa yang sekejap saja.. Dan kadang perasaan itu akan terus di buai di hati sehinggakan membuahkan rasa cinta dan sayang.. Cuma kadang cinta itu hadir pada seorang teman yang kita kenali.. Mungkin seorang rekan sekolah, teman sepermainan, teman pejabat atau sesiapa saja yang kita kenali..

Satu-satunya cara untuk memperolehi kasih sayang ialah jangan menuntut agar kita dicintai. Tetapi. Mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Apabila bersua dan bertemu muka, terasa debaran yang kuat di dada.. Jantung berdegup pantas seolah baru berkejaran di padang.. Dan amat terasa sayup sayup suara yang di dengar antara sedar dan tidak.. Ingin saja tatap wajah tenang itu namun gelora di hati amat terasa.. Bagai orang di keliling mengetahui rahasia tersimpan..

Dan ketika berbicara manis, tubuh kadang terasa seram sejuk menutur kata kata.. Kadang kata amat berat diluahkan seolah terpaku.. Amat susah menyusun kata kata memberi satu kiasan seolah lidah menjadi kelu dan kadang terasa diri terhenti untuk berbalas bicara..

Amat perit terasa menyintai dalam diam karena terpaksa menyimpan rahasia yang kuat.. Kadang cemburu menguasai diri bila melihat si dia bermesra atau sedang berdua dua dengan orang lain.. Ingin saja menyatakan cinta namun kekuatan diri tiada.. Terpaksa dalam diam menyimpan cemburu itu berpanjangan..

Tapi kadang si dia telah menegur atau mengirimkan WhatsApp.. Terasa hati berbunga bunga, seolah mahu saja menjerit sedunia karena si dia telah menegur.. Tersenyum seorang diri sehinggakan terbawa di dalam mimpi.. Amat bermakna rasanya diri di kala itu..

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati, mampu melumatkan seluruh jiwa raga. Manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Orang yang kamu cintai, pabila bertemu sua pasti terasa kelainan pada raut wajahnya.. Melihatnya memberi satu kekuatan dalam diri.. Memandang wajahnya, terasa sejuk di hati.. Seolah bercahaya menyinari harimu..

Namun di mana hendak kamu mencari satu kekuatan untuk membenarkan rasa yang tersimpan menjadi kenyataan.. Sejauh mana lagi hendak kamu sembunyikan selaut kasih itu sedangkan hari harimu meronta satu sudut dunia yang dirimu amat menyayang akan dirinya..

Kamu merasakan seolah kamu bahagia begini, hanya memandang dalam jauh.. Melihat dalam dalam di matanya menyembunyikan getaran yang tersimpan.. Jika takut berkata cinta, simpan saja hingga hilang akan dia.. Sesalan tiada gunanya jika hanya menunggu saat kehadirannya..

Memang menyakitkan hati apabila kita jatuh cinta pada seseorang itu dan cinta kita tidak diterima, di tolak hingga luka yang pedih terasa di lubuk hati.. Tetapi amat menyakitkan hati dan terus di dalam sesalan jika cinta akan seseorang namun tiada kekuatan diri menyatakan.. Kuatkan azam membentuk satu kisah antara kamu dan dia..

Jodoh adalah perkara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Tetapi bagaimana kita mengetahui dia memang ditakdirkan untuk kita? Allah SWT mengaruniakan manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan akal untuk berpikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya untuk mengungkapkan rahasia cinta yang ditakdirkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Oleh : Ajeng Febrian Surbakti      Sebagai mahasiswa itu sendiri, kampus adalah rumah kedua kita, tempat kita menimba ilmu dan membentuk mimpi-mimpi yang lama kita bangun. Namun, bayang-bayang kekerasan seksual yang mencuat di UINSU baru-baru ini merobek rasa aman yang seharusnya kita rasakan. Sebagai kader (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI, sepatutnya kita tidak bisa tinggal diam. Dalam tulisan ini saya, Ajeng Febrian Surbakti ingin mengulas sedikit lewat teropong kader HMI. Perlu diketahui benang kusut permasalahan ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.      Dari sudut pandang mahasiswa, salah satu akar masalah yang paling terasa adalah kurangnya ruang aman dan mekanisme pelaporan yang efektif. D...
  Curhatan Mahasiswa Tentang Kuliah Daring Selama Pandemi Oleh : Desi Rambe      Banyak sekali suka duka yang dialami mahasiswa pada saat ini dalam kegiatan kuliah daring selama pandemi. Kuliah daring tentunya berdampak secara langsung civitas akademika kampus, baik itu tenaga pendidik, tenaga kepegawaian, hingga mahasiswa. Mahasiswa merasakan campur aduk antara senang dan sedih dengan keputusan kuliah daring sampai saat ini. Mahasiswa mengaku sedih karena banyaknya kendala dan perkuliahan yang tidak semaksimal kuliah tatap muka, mulai dari kendala jaringan dan lain sebagainya. Dan senangnya kuliah daring karena tidak dipaksakan masuk ke kampus saat kondisi belum membaik sepenuhnya.      Mahasiswa stambuk 2020 yang tidak pernah sama sekali merasakan kegiatan perkuliahan secara tatap muka langsung dengan dosen masih berharap agar bisa dilakukan kegiatan perkuliahan ini secara offline . Banyak haluan yang timbul di benak mahasiswa sewaktu menjadi mahasis...

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS Oleh: Rizky Nanda Pratama Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam pembahasan ini, ada baiknya kita menilik kembali sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Apa sebenarnya HMI? Mengapa organisasi ini didirikan, dan apa alasan keberadaannya masih dipertahankan hingga kini? Memahami sejarah dan tujuan HMI sangat penting agar setiap kader dapat menyerap pesan yang terkandung di dalamnya. Tanpa pemahaman yang utuh, ada risiko bahwa kader tidak akan terlibat aktif dalam perjuangan untuk mewujudkan misi HMI. Dampaknya bisa beragam: misi yang berbunyi “terbinanya insan akademik, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala” dapat dianggap sebagai sekadar susunan kata tanpa makna, bahkan dapat dianggap sepele sehingga tidak layak untuk diperjuangkan. Oleh karena itu, memahami HMI secara menyeluruh, termasuk motivasi di balik pendirian...