Langsung ke konten utama

Postingan

Memaknai Pilihan dalam Proses Ber-HMI : Refleksi Intelektual dan Tanggung Jawab Sosial Kader HMI

Memilih untuk berproses di Himpunan Mahasiswa Islam sering kali terlihat sederhana dari luar, padahal di dalamnya ada keputusan yang tidak ringan. Banyak yang datang karena ajakan teman, karena penasaran, atau sekadar ingin mencoba. Tapi di titik tertentu, semua itu akan diuji. Apakah tetap bertahan, atau perlahan menjauh karena merasa tidak menemukan makna. Di sisi lain, ada hal yang sering tidak disadari sejak awal yaitu kepekaan sosial. Semakin lama berproses, semakin terasa bahwa apa yang dipelajari tidak cukup untuk diri sendiri. Ada realitas di luar yang tidak bisa diabaikan. Ada persoalan masyarakat yang menuntut kepedulian. Ini sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2 yang mengingatkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam keburukan. Dari sini, pelan-pelan tumbuh kesadaran bahwa ilmu itu seharusnya membawa manfaat, bukan hanya kepuasan pribadi. Ber-HMI pelan pelan mengubah cara seseorang melihat sesuatu. Disk...
Postingan terbaru

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Oleh : Ajeng Febrian Surbakti      Sebagai mahasiswa itu sendiri, kampus adalah rumah kedua kita, tempat kita menimba ilmu dan membentuk mimpi-mimpi yang lama kita bangun. Namun, bayang-bayang kekerasan seksual yang mencuat di UINSU baru-baru ini merobek rasa aman yang seharusnya kita rasakan. Sebagai kader (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI, sepatutnya kita tidak bisa tinggal diam. Dalam tulisan ini saya, Ajeng Febrian Surbakti ingin mengulas sedikit lewat teropong kader HMI. Perlu diketahui benang kusut permasalahan ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.      Dari sudut pandang mahasiswa, salah satu akar masalah yang paling terasa adalah kurangnya ruang aman dan mekanisme pelaporan yang efektif. D...

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS Oleh: Rizky Nanda Pratama Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam pembahasan ini, ada baiknya kita menilik kembali sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Apa sebenarnya HMI? Mengapa organisasi ini didirikan, dan apa alasan keberadaannya masih dipertahankan hingga kini? Memahami sejarah dan tujuan HMI sangat penting agar setiap kader dapat menyerap pesan yang terkandung di dalamnya. Tanpa pemahaman yang utuh, ada risiko bahwa kader tidak akan terlibat aktif dalam perjuangan untuk mewujudkan misi HMI. Dampaknya bisa beragam: misi yang berbunyi “terbinanya insan akademik, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala” dapat dianggap sebagai sekadar susunan kata tanpa makna, bahkan dapat dianggap sepele sehingga tidak layak untuk diperjuangkan. Oleh karena itu, memahami HMI secara menyeluruh, termasuk motivasi di balik pendirian...

Paradigma Masyarakat : Perempuan Sebagai Korban Pelecehan Seksual

Paradigma Masyarakat : Perempuan Sebagai Korban Pelecehan Seksual Oleh : Syarifah A'ini Saat ini, banyak kasus ketidaksetaraan gender yang terjadi pada masyarakat. Salah satu bentuk ketidaksetaraan gender ialah pelecehan seksual yang diperlakukan ditempat umum. Pelecehan seksual selalu terjadi dimana-mana, kapan saja, dan oleh siapa saja. Pelecehan seksual terhadap perempuan secara publik merupakan tindakan yang tidak diinginkan dan dilakukan secara keterpaksaan. Perlakuan ini termasuk seperti ejekan verbal, sentuhan yang tidak pantas, atau bahkan perlakuan pemerkosaan secara paksa. Perempuan kerap kali menjadi objek ataupun subjek pelecehan seksual tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat yang telah menanamkan stigma-stigma tentang perempuan yang mendapatkan perlakuan pelecahan seksual ialah perempuan yang lemah. Selain itu, pandangan patriarki yang masih menganggap perempuan sebagai objek seksual. Ketika terjadi pelecehan seksual terhadap perempuan diranah publik, ada sebagian m...

Hari Pendidikan Nasional : Momentum Refleksi Kesadaran Berpikir Kritis bagi Kaum Terpelajar

  Hari Pendidikan Nasional : Momentum Refleksi Kesadaran Berpikir Kritis bagi Kaum Terpelajar Oleh : Riady Syahputra          Semboyan pendidikan yang terkenal dari Ki Hadjar Dewantara adalah: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani , yang artinya “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”. Melalui Keppres No.316/1959 Presiden Soekarno yang menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Ki Hadjar Dewantara. Berdasarkan Keppres itu juga, hari kelahiran pelopor pendidikan pribumi ini ditetapkan untuk diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Di Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei yang telah berjalan beberapa dekade, kita perlu merenungkan kembali dan merefleksikan dunia pendidikan kita terkhusus kaum intelektual generasi penerus. Perjalanan dunia pendidikan yang terhitung sudah cukup panjang tersebut nyata telah melukiskan wajah peradaban bangsa ini dengan segala kelebihan dan kekuranga...

Dinamika Stigma Negatif HmI

“Dinamika Stigma Negatif HmI” Oleh : Abdul Rasyid Nasution             HMI adalah organisasi yang tertua yang ada di Indonesia, sebab 2 tahun pasca kemerdekeaan HMI dideklarasikan oleh seorang mahasiswa STII (seakarang UII) yaitu Bung Lafran Pane di Jogjakarta pada tanggal 05 Februari 1947. HMI adalah organisasi independen yang tidak terikat dengan ormas/instasi manapun, yang mana ini membuktikan bahwa HMI berisi orang-orang yang memiliki kedewasaan karakter dan kedewasaan berfikir dengan asas islam, kemudian dengan NDP (Nilai-nilai Dasar Perjuangan).             Banyak yang menuduhkan bahwa HMI adalah NU, HMI adalah Muhammadiyah dll. Padahal HMI adalah oraganisasi yang mempunyai nilai esensial tentang pandangan islam, seperti yang ditulis salah seorang tokoh yaitu Nurcholis Majid (Cak Nur) dan tokoh-tokoh lainnya.          ...

Pemilihan Ketua HMJ IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Periode 2022-2023

  PEMILIHAN KETUA HMJ IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Periode 2022-2023   Kamis, 07 Juli 2022                 Fakultas Kesehatan Masyarakat mengadakan pemilihan Ketua HMJ IKM Priode 2022-2023, yang mana kegiatan ini diselenggarakan oleh Pihak Fakultas melalui panitia KPU, Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus IV Tuntungan Aula FEBI UINSU, kegiatan ini di mulai dengan opening ceremonial pada pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan III, Ketua Prodi, Sekretaris prodi dan 50 elemen Mahasiswa FKM UINSU. kegiatan opening dimulai dengan upacara nasional dan menyanyikan mars UINSU, “Terima kasih kepada panitia yang telah sama-sama menyukseskan kegiatan ini, dan juga Terima kasih kepada seluruh bagian elemen dari kampus yang telah mensupport kegiatan ini baik berupa moral dan material. Untuk para calon kandidat, tetap sportif dalam berkontestasi, dan siapapun yang terpilih menjadi ket...