Langsung ke konten utama

GERAKAN PRASASTI (Perilaku Anak Sehat Bersama Kohati)

 

GERAKAN PRASASTI

(Perilaku Anak Sehat Bersama Kohati)



Tanggal 23 Juli 2022, Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FKM UINSU melaksanakan Kunjungan Sosialisasi di Rumah Yatin Pemuda Hijrah Medan Tuntungan. Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional dimana HMI FKM UINSU mengangkat tema kegiatan Gerakan Prasasti ( Gerakan Perilaku Anak sehat Bersama Kohati). Ini merupakan salah satu program kerja komisariat fkm uinsu bidang Pemberdayaan Perempuan.

Pada hari anak nasional HMI Komisariat FKM UINSU ingin sama-sama merangkul dan memajukan anak-anak di sekitar lingkungan HMI Komisariat FKM UINSU dalam kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat terutama di rumah yatim pemuda hijrah. Karena dari pengamatan yang dilakukan, telah didapatkan bahwasannya masih banyak anak-anak yang sering mengeluh sakit perut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan banyak faktor salah satunya adalah kurangnya pengetahuan anak mengenai kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Minimnya pengetahuan anak-anak tentang cara mencuci tangan yang benar juga menjadi salah satu landasan diselenggarakannya kegiatan ini pada hari anak nasional guna menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sedari masa kanak-kanak.

Dalam kegiatan prasasti ada beberapa sosialisasi yang diberikan diantaranya Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Cuti Tangan Pakai Sabun yang ini merupakan wujud sebuah pengabdian dari Tri Darma Perguruan Tinggi mahasiswa “Ujar Diva Nada selaku kabid Eksternal Kohati”.

Dari adanya kegiatan ini rekan rekan HMI fkm uinsu bisa menuangkan ilmu yang didapatkan selama diperkuliahan sebagai seorang kader preventif dan promotif sehingga membuat anak-anak terkhusus di Rumah Yatim Pemuda Hijrah lebih mengetahui bagaimana sebenarnya Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Cuti Tangan Pakai Sabun sehingga anak-anak tersebut bisa menjaga dirinya dari sebuah penyakit.

Harapannya dalam kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi banyak orang terutama orang-orang di lingkungan HMI Komisariat FKM UINSU. Di hari nasional tepat pada hari diselenggarakannya kegiatan ini, harapannya anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Melalui kegiatan ini juga semoga banyak orang tau bahwa sedikit ilmu yang kita bagikan saat ini bisa berdampak baik bagi orang-orang dimasa depan, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain “Tegas Diva”

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Pilihan dalam Proses Ber-HMI : Refleksi Intelektual dan Tanggung Jawab Sosial Kader HMI

Oleh: Dimas Septiadi  Memilih untuk berproses di Himpunan Mahasiswa Islam sering kali terlihat sederhana dari luar, padahal di dalamnya ada keputusan yang tidak ringan. Banyak yang datang karena ajakan teman, karena penasaran, atau sekadar ingin mencoba. Tapi di titik tertentu, semua itu akan diuji. Apakah tetap bertahan, atau perlahan menjauh karena merasa tidak menemukan makna. Di sisi lain, ada hal yang sering tidak disadari sejak awal yaitu kepekaan sosial. Semakin lama berproses, semakin terasa bahwa apa yang dipelajari tidak cukup untuk diri sendiri. Ada realitas di luar yang tidak bisa diabaikan. Ada persoalan masyarakat yang menuntut kepedulian. Ini sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2 yang mengingatkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam keburukan. Dari sini, pelan-pelan tumbuh kesadaran bahwa ilmu itu seharusnya membawa manfaat, bukan hanya kepuasan pribadi. Ber-HMI pelan pelan mengubah cara seseo...

Buruh Terpinggirkan Administrasi Diabaikan Adalah Potret Ketidakadilan Sistemik

  Buruh Terpinggirkan Administrasi Diabaikan Adalah Potret Ketidakadilan Sistemik Oleh: Selamat Ariady Tampubolon  Sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam, saya memandang bahwa persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh hari ini tidak bisa dilepaskan dari satu hal yang sering dianggap sepele yaitu disiplin administrasi. Padahal, justru dari administrasi yang tertiblah lahir perlindungan hak, kejelasan status kerja, hingga kepastian kesejahteraan bagi para pekerja. Di tengah berbagai dinamika,mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian kerja akibat kondisi alam, hingga geliat pembangunan infrastruktur, buruh kerap menjadi pihak yang paling terdampak. Namun ironisnya, banyak persoalan yang mereka hadapi berakar dari lemahnya tata kelola administrasi: kontrak kerja yang tidak jelas, data pekerja yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga hak-hak normatif seperti jaminan sosial dan upah lembur yang tidak tercatat secara transparan. Ini bukan sekadar kelalaian tek...

Tradisi Intelektual Yang Lemah Adalah Ancaman Bagi Masa Depan Kaderisasi

 Oleh: Faisal Alhafiz Damanik Sebagai Kabid P3A Himpunan Mahasiswa Islam, saya memandang bahwa tantangan terbesar organisasi hari ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi bagaimana melahirkan kader yang memiliki kualitas intelektual, daya kritis, dan integritas perjuangan yang kuat. Sebab organisasi akan kehilangan arah ketika tradisi berpikir, budaya riset, dan pembinaan kader tidak lagi menjadi prioritas utama. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, mahasiswa sering kali terjebak pada aktivitas seremonial tanpa memperkuat fondasi keilmuan dan kapasitas diri. Diskusi mulai berkurang, budaya membaca melemah, sementara semangat penelitian dan pengembangan gagasan belum tumbuh secara maksimal. Padahal, kekuatan HMI sejak dahulu lahir dari kader-kader yang berpikir kritis, mampu membaca realitas sosial, serta berani menawarkan solusi bagi umat dan bangsa. Persoalan ini menjadi refleksi penting bagi kita semua bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti pada...