Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Merobek Tirai Keheningan: Mengapa Diam Bukan Lagi Pilihan bagi Korban Pelecehan Seksual

Oleh:  Novita Rahma Yanti Harahap Bagi seorang korban pelecehan seksual, fase pasca-kejadian sering kali menjadi waktu yang paling menyiksa dan melelahkan secara mental. Rasa takut yang mencekam, trauma yang tiba-tiba menyergap, hingga kecemasan mendalam yang mengganggu kestabilan psikologis adalah kenyataan pahit yang kerap harus didekap dalam kesendirian. Ruang publik yang tadinya terasa biasa saja, dalam sekejap mata dapat berubah menjadi tempat yang penuh dengan ancaman, ketidakpastian, dan hilangnya rasa aman. Namun, di tengah guncangan psikologis dan penderitaan batin yang begitu hebat, sebuah pertanyaan besar muncul ke permukaan: mengapa ruang sosial kita masih sering menjumpai korban yang memilih untuk bungkam? Jawaban dari pertanyaan tersebut tidak pernah sederhana. Pilihan untuk diam bukanlah bentuk kelemahan, bukan pula tanda bahwa korban membenarkan tindakan bejat pelaku. Sering kali, korban terpaksa mengubur suaranya karena benteng perlindungan sosial justru runtuh saa...