Langsung ke konten utama

Ayah dan Anak Perempuannya

 

Ayah dan Anak Perempuannya

Oleh : Rifqa Nabillah

Anak perempuan adalah orang yang paling istimewa dihati seorang ayah, melebihi istri, anak lelaki, bahkan orangtuanya sendiri. Ayah akan selalu peduli dan sayang pada anak perempuannya. Anak perempuan dimata ayah bukan hanyalah seorang figuran saja melainkan tokoh utama yang sangat berarti didalam alurnya sebuah kehidupan.

Hubungan antara ayah dan anak perempuannya memang terkesan unik. Tanpa disadari sosok ayah akan selalu melekat di hati anak perempuannya. Meski tak jarang juga sikap protektif dari seorang ayah kadang membuat anak perempuan kesal juga. Ayah dan anak perempuan bagaikan manusia dari dua kutub berbeda, namun dibalik perbedaan yang justru ada benang merah antara keduanya yang membuat hubungan ayah dan anak perempuan terkesan akrab.

Sosok ayah menjadi sosok lelaki pertama yang dikenal seorang anak perempuan. Di mata anak perempuan, sosok ayah pastilah lelaki paling jagoan, paling kuat yang menjadi sandaran di tengah rapuhnya seorang anak perempuan. Tak heran seorang ayah terkadang menjadi idaman para perempuan dalam memilih pasangan hidup. Banyak diantara anak perempuan mendambakan sosok suaminya kelak akan seperti sosok hebat ayahnya.

Naluri seorang ayah untuk melindungi anak perempuannya adalah hal yang istimewa, tidak ada seorang pun yang bisa menyamainya. Ayah selalu membuat anak perempuannya merasa aman. Ayah selalu memastikan bahwa anak perempuannya tidak akan pernah terluka oleh apapun. Dia juga akan berusaha semampunya untuk melawan siapapun yang membuat anak perempuannya sedih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Oleh : Ajeng Febrian Surbakti      Sebagai mahasiswa itu sendiri, kampus adalah rumah kedua kita, tempat kita menimba ilmu dan membentuk mimpi-mimpi yang lama kita bangun. Namun, bayang-bayang kekerasan seksual yang mencuat di UINSU baru-baru ini merobek rasa aman yang seharusnya kita rasakan. Sebagai kader (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI, sepatutnya kita tidak bisa tinggal diam. Dalam tulisan ini saya, Ajeng Febrian Surbakti ingin mengulas sedikit lewat teropong kader HMI. Perlu diketahui benang kusut permasalahan ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.      Dari sudut pandang mahasiswa, salah satu akar masalah yang paling terasa adalah kurangnya ruang aman dan mekanisme pelaporan yang efektif. D...

Memaknai Pilihan dalam Proses Ber-HMI : Refleksi Intelektual dan Tanggung Jawab Sosial Kader HMI

Oleh: Dimas Septiadi  Memilih untuk berproses di Himpunan Mahasiswa Islam sering kali terlihat sederhana dari luar, padahal di dalamnya ada keputusan yang tidak ringan. Banyak yang datang karena ajakan teman, karena penasaran, atau sekadar ingin mencoba. Tapi di titik tertentu, semua itu akan diuji. Apakah tetap bertahan, atau perlahan menjauh karena merasa tidak menemukan makna. Di sisi lain, ada hal yang sering tidak disadari sejak awal yaitu kepekaan sosial. Semakin lama berproses, semakin terasa bahwa apa yang dipelajari tidak cukup untuk diri sendiri. Ada realitas di luar yang tidak bisa diabaikan. Ada persoalan masyarakat yang menuntut kepedulian. Ini sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2 yang mengingatkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam keburukan. Dari sini, pelan-pelan tumbuh kesadaran bahwa ilmu itu seharusnya membawa manfaat, bukan hanya kepuasan pribadi. Ber-HMI pelan pelan mengubah cara seseo...

Buruh Terpinggirkan Administrasi Diabaikan Adalah Potret Ketidakadilan Sistemik

  Buruh Terpinggirkan Administrasi Diabaikan Adalah Potret Ketidakadilan Sistemik Oleh: Selamat Ariady Tampubolon  Sebagai Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam, saya memandang bahwa persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh hari ini tidak bisa dilepaskan dari satu hal yang sering dianggap sepele yaitu disiplin administrasi. Padahal, justru dari administrasi yang tertiblah lahir perlindungan hak, kejelasan status kerja, hingga kepastian kesejahteraan bagi para pekerja. Di tengah berbagai dinamika,mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian kerja akibat kondisi alam, hingga geliat pembangunan infrastruktur, buruh kerap menjadi pihak yang paling terdampak. Namun ironisnya, banyak persoalan yang mereka hadapi berakar dari lemahnya tata kelola administrasi: kontrak kerja yang tidak jelas, data pekerja yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga hak-hak normatif seperti jaminan sosial dan upah lembur yang tidak tercatat secara transparan. Ini bukan sekadar kelalaian tek...