Langsung ke konten utama

“Begadang”. Yakin??

 


“Begadang”. Yakin??

Oleh : Afnidar daulay 

Pada zaman ini begadang bukan lagi hal yang tidak lazim bagi masyarakat. Menurut KBBI begadang adalah suatu kebiasaan terjaga sampai larut malam dan tidur saat pagi datang. Enaknya begadang di rasakan oleh beberapa orang. Sebagian mahasiswa mempunyai kebiasaan begadang dengan alasan mengerjakan tugas kuliah. Ini menjadi hal yang biasa bagi mahasiswa. Namun apa hal ini benar, mengerjakan tugas sampai harus mengorbankan waktu istirahat?

Menurut Mahendra di dalam buku Tubuh Anda Cerminan Kesehatan Anda (2010, h.74) “Begadang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dan disebabkan oleh rusaknya sistem imun, tubuh juga perlu beristirahat. Apabila tidak beristirahat, organ-organ tidak dapat melakukan fungsinya dengan optimal. Hal ini akan menimbulkan masalah atau penyakit yang dapat menyerang tubuh.” Apabila kita tidak cukup istirahat, organ-organ tidak dapat melakukan fungsinya dengan optimal. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang dapat menyerang tubuh. 

Siklus kerja tubuh juga dapat terganggu akibat begadang, jika siklus kerja tubuh terganggu, tubuh akan mengalami gangguan pada tidur, kelelahan, melemahnya sistem kekebalan tubuh. Bahkan akan menjadi lebih buruk jika begadang ditambah dengan pola hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, dan pola makan yang tidak teratur. 

Dampak begadang bagi kesehatan

Sulit Berkonsentrasi 

Begadang dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, nalar serta kemampuan memecahkan masalah. Bukan itu saja, begadang juga dapat menurunkan daya ingat seseorang.

Sakit Kepala 

Begadang dapat mengakibatkan rusaknya sel otak sehingga dapat menimbulkan gannguan pada kepala, seperti pusing ataupun sakit kepala. Hal ini dikarenakan otak kurang mendapatkan waktu untuk istirahat.

Obesitas 

Jika kamu banyak begadang dapat mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tidur yang cukup meningkatkan fungsi dua hormone yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Jika kamu kurang tidur, maka fungsi hormon tersebut akan mengalami penurunan, sehingga tubuh terus-menerus merasa lapar.

Penyakit jantung dan stroke 

Ketika kita kurang tidur dapat menimbulkan penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan stroke. Karena jika begadang waktu tidur berkurang. Waktu tidur yang kurang dari 6 jam memiliki resiko pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

 Diatas adalah beberapa dampak negatif dari bedagang, masih yakin mau begadang? Dampaknya kelihatan tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan kematian. Sayangi jantungmu dan seluruh tubuhmu dengan tidur yang cukup. Kurang-kurangin begadang agar saat tua tidak mengalami dampaknya yang mematikan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Oleh : Ajeng Febrian Surbakti      Sebagai mahasiswa itu sendiri, kampus adalah rumah kedua kita, tempat kita menimba ilmu dan membentuk mimpi-mimpi yang lama kita bangun. Namun, bayang-bayang kekerasan seksual yang mencuat di UINSU baru-baru ini merobek rasa aman yang seharusnya kita rasakan. Sebagai kader (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI, sepatutnya kita tidak bisa tinggal diam. Dalam tulisan ini saya, Ajeng Febrian Surbakti ingin mengulas sedikit lewat teropong kader HMI. Perlu diketahui benang kusut permasalahan ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.      Dari sudut pandang mahasiswa, salah satu akar masalah yang paling terasa adalah kurangnya ruang aman dan mekanisme pelaporan yang efektif. D...

Memaknai Pilihan dalam Proses Ber-HMI : Refleksi Intelektual dan Tanggung Jawab Sosial Kader HMI

Oleh: Dimas Septiadi  Memilih untuk berproses di Himpunan Mahasiswa Islam sering kali terlihat sederhana dari luar, padahal di dalamnya ada keputusan yang tidak ringan. Banyak yang datang karena ajakan teman, karena penasaran, atau sekadar ingin mencoba. Tapi di titik tertentu, semua itu akan diuji. Apakah tetap bertahan, atau perlahan menjauh karena merasa tidak menemukan makna. Di sisi lain, ada hal yang sering tidak disadari sejak awal yaitu kepekaan sosial. Semakin lama berproses, semakin terasa bahwa apa yang dipelajari tidak cukup untuk diri sendiri. Ada realitas di luar yang tidak bisa diabaikan. Ada persoalan masyarakat yang menuntut kepedulian. Ini sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2 yang mengingatkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam keburukan. Dari sini, pelan-pelan tumbuh kesadaran bahwa ilmu itu seharusnya membawa manfaat, bukan hanya kepuasan pribadi. Ber-HMI pelan pelan mengubah cara seseo...

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS Oleh: Rizky Nanda Pratama Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam pembahasan ini, ada baiknya kita menilik kembali sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Apa sebenarnya HMI? Mengapa organisasi ini didirikan, dan apa alasan keberadaannya masih dipertahankan hingga kini? Memahami sejarah dan tujuan HMI sangat penting agar setiap kader dapat menyerap pesan yang terkandung di dalamnya. Tanpa pemahaman yang utuh, ada risiko bahwa kader tidak akan terlibat aktif dalam perjuangan untuk mewujudkan misi HMI. Dampaknya bisa beragam: misi yang berbunyi “terbinanya insan akademik, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala” dapat dianggap sebagai sekadar susunan kata tanpa makna, bahkan dapat dianggap sepele sehingga tidak layak untuk diperjuangkan. Oleh karena itu, memahami HMI secara menyeluruh, termasuk motivasi di balik pendirian...