Langsung ke konten utama

Vaksinasi mahasiswa uinsu, berpotensikah aktifitas perkuliahan kembali normal?

 

Vaksinasi mahasiswa uinsu, berpotensikah aktifitas perkuliahan kembali normal?

Oleh M. Rizky Zein



Pada situasi pandemi saat ini banyaknya hal yang membuat dilema dikalangan mahasiswa dimulai dari perkuliahan yang kunjung tidak tau kapan kembali normal, dan beberapa keluh kesah lainnya seperti pembayaran uang UKT kini tidak mendapat toleransi dalam pengurangan, hal ini sangat berdampak kepada orang tua mahasiswa dalam hal perekonomian di masa pandemi saat ini


Selasa, 3 agustus 2021 uinsu menyediakan layanan vaksinasi bagi mahasiswa, timbul pertanyaaan akankah aktifitas perkuliahan kembali normal? Dari harapan banyak mahasiswa menginginkan perkuliahan tatap muka agar penerimaan dalam proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif.


Jika vaksinasi yang di laksanakan UINSU kepada mahasiswa untuk memberi upaya pencegahan dan menguatkan sistem imunitas tubuh agar terhindar dari penyebaran covid19, artinya ada peluang untuk pihak universitas agar membuka perkuliahan kembali normal, dengan manganjurkan mahasiswa UINSU agar tetap mematuhui protokoler kesehatan. Dan hal ini menjadi salah satu bentuk dalam mengurangi dilema yang selama ini di rasakan oleh mahasiswa UINSU terkait sistem perkuliahan tidak normal (daring)


Saat ini uinsu menerima ribuan mahasiswa baru yang akan memulai aktifitas perkuliahan di uinsu, artinya ini sebagai tantangan bagi uinsu agar dapat menciptakan calon sarjana yang di lahirkan dari rahim UINSU. Dari Situasi saat ini dibutuhkan kebijakan yang berani dari pihak rektorat dalam mengambil sikap agar terlaksananya perkulihan tatap muka, sehingga mahasiswa/i baru tidak merasakan Hal yang buta terhadap ruang lingkup dunia kampus 


Harapannya dengan terlaksananya vaksinasi UINSU kepada mahasiswa dapat membawa dampak yang positif, dan memberikan kabar baik bagi mahasiswa/i dan semoga pihak rektorat berani mengambil kebijakan mengenai perkuliahan tatap muka, agar penerimaan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efesien

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Teropong Kader HMI: Mengurai Benang Kusut Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Oleh : Ajeng Febrian Surbakti      Sebagai mahasiswa itu sendiri, kampus adalah rumah kedua kita, tempat kita menimba ilmu dan membentuk mimpi-mimpi yang lama kita bangun. Namun, bayang-bayang kekerasan seksual yang mencuat di UINSU baru-baru ini merobek rasa aman yang seharusnya kita rasakan. Sebagai kader (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI, sepatutnya kita tidak bisa tinggal diam. Dalam tulisan ini saya, Ajeng Febrian Surbakti ingin mengulas sedikit lewat teropong kader HMI. Perlu diketahui benang kusut permasalahan ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.      Dari sudut pandang mahasiswa, salah satu akar masalah yang paling terasa adalah kurangnya ruang aman dan mekanisme pelaporan yang efektif. D...

Memaknai Pilihan dalam Proses Ber-HMI : Refleksi Intelektual dan Tanggung Jawab Sosial Kader HMI

Oleh: Dimas Septiadi  Memilih untuk berproses di Himpunan Mahasiswa Islam sering kali terlihat sederhana dari luar, padahal di dalamnya ada keputusan yang tidak ringan. Banyak yang datang karena ajakan teman, karena penasaran, atau sekadar ingin mencoba. Tapi di titik tertentu, semua itu akan diuji. Apakah tetap bertahan, atau perlahan menjauh karena merasa tidak menemukan makna. Di sisi lain, ada hal yang sering tidak disadari sejak awal yaitu kepekaan sosial. Semakin lama berproses, semakin terasa bahwa apa yang dipelajari tidak cukup untuk diri sendiri. Ada realitas di luar yang tidak bisa diabaikan. Ada persoalan masyarakat yang menuntut kepedulian. Ini sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2 yang mengingatkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan dalam keburukan. Dari sini, pelan-pelan tumbuh kesadaran bahwa ilmu itu seharusnya membawa manfaat, bukan hanya kepuasan pribadi. Ber-HMI pelan pelan mengubah cara seseo...

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS

HMI ANTARA KEKUASAAN INTELEKTUAL ATAU DEGRADASI INTEGRITAS Oleh: Rizky Nanda Pratama Sebelum kita melangkah lebih jauh dalam pembahasan ini, ada baiknya kita menilik kembali sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Apa sebenarnya HMI? Mengapa organisasi ini didirikan, dan apa alasan keberadaannya masih dipertahankan hingga kini? Memahami sejarah dan tujuan HMI sangat penting agar setiap kader dapat menyerap pesan yang terkandung di dalamnya. Tanpa pemahaman yang utuh, ada risiko bahwa kader tidak akan terlibat aktif dalam perjuangan untuk mewujudkan misi HMI. Dampaknya bisa beragam: misi yang berbunyi “terbinanya insan akademik, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala” dapat dianggap sebagai sekadar susunan kata tanpa makna, bahkan dapat dianggap sepele sehingga tidak layak untuk diperjuangkan. Oleh karena itu, memahami HMI secara menyeluruh, termasuk motivasi di balik pendirian...